Selasa, 31 Januari 2012

Ketika You n Me, Talking about....[Love]


    Dear you
 
    To tell you the truth, yang ada hanyalah cinta yang lain. Cinta yang lebih agung dan suci dan sekedar cinta yang berlumur nafsu semata. Yaitu cinta yang aku temukan saat aku melihat lebih dekat hakikat cinta. Yaitu cinta kepada ilahi, Sang pencipta manusia dan alam semesta. Cinta yang tidak ada kebingungan antaranya denagn nafsu. Cinta yang tidak akan kita pernah takut kehilangan karena yang diharapkan adalah pertemuan dengan-Nya. Cinta yang tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Cinta yang mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
    Cinta yang pernah kita kecap dan rasakan bersama adalah cinta semu yang ternoda. Karena keindahan cinta suci yang sejati hanya kan kita peroleh setelah ijab qabul terikrarkan di depan wali dan saksi. Jangan pernah menyesali apa yang telah menjadi keputusanku. Jangan pula mengingkari apa yang kau rasakan tentangku. Karena islam telah memberi jawaban terhadap rasa itu. Bukan mengekang dan tidak pula membebaskannya tanpa batas. Biarlah waktu nanti yang akan menjawab dan menjadi saksi atas kisah perjalanan  dua anak manusia yang berusaha mamehami arti cinta. Jangan pernah ragu terhadap takdir Allah. Bila kita memang berjodoh, Insya Allah,  Dia akan mempertemukan kita berdua lagi dalam keridhaan-Nya. Bila tidak, yakinlah, bahwa apa yan pernah terjadi di antara kita, itulah yang terbaik , bagiku dan bagi dirimu.
    Semua ini bukanlah akhir dari segalanya. Tapi, biarlah ia menjadi awal bagi persaudaraan kita yang terikat kuat oleh akidah islam.  Maafkan aku, yang tidak bisa memenuhi harapanmu untuk menjadi pelita bagi cintamu yang hampir beku. Karena aku sendiri ternyata butuh pijar lain Yang Maha Menerangi cinta dalam hati ini. Biarlah Allah saja yang menjadi sumber kekuatan kita dalam melangkah.

                                          <<yang masih belajar tentang arti cinta>>

Dearest you

     Aku berusaha memahami arti cinta seperti yang kau rasakan cinta suci dan hakiki adalah cinta ilahi. Tapi, jangankan merasakannya, menyentuhnya pun seakan aku tak kuasa. Cinta itu begitu agung sedangkan aku begitu kotor. Aku terbenam dalam lautan cinta yang tak kupahami. Aku menggapai-gapai dalam kesendirianku. Kehadiranmu begitu berarti untuk membimbing langkahku yang tertatih-tatih. Tapi dirimu terlanjur menjauh dan aku tak kuasa untuk berlabuh.
    Pelita hatiku telah padam sedang aku masih belum mampu mampu menggapai pijar yang katamu Maha indah nan terang itu. Mungkin aku terlalu naif, tapi aku pun ingin hidupku berakhir penuh arti. Paling tidak, syahadat dan keimanan masih melekat di dalam hatiku. Meski hanya secuil.
    Menangislah jika ingin menangis. Karena perjalanan hidupku memang pantas untuk ditangisi. Tapi setelah itu, hapus air matamu dan pandang duniamu dengan lebih terarah. Doa kubisikkan untukmu dan semangatkanlah secuil doa bagi jiwa yang rapuh ini. Hanya Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita dan aku tak akan pernah bisa melawan takdir-Nya

 <<Yang punya mimpi setangguh umar ibnul khattab yang mengucurkan air mata kala dibacakan ayat suci al qur’an>>

(Dikutip dari buku SILUET SENJA karya Hafidz341 & Ria )

Tokoh AKU dalam teori Sayembara

       Aku hanya bisa menanti ketika semua orang menjawab harapan yang tak kunjung datang, kesendirian ini membuatku enggan tuk menata hidup karena keraguanku pada sebuah jati diri, mungkin lemah jiwaku mungkin kecil hatiku, aku terlalu takut untuk sakit hati yang kedua kalinya. Seandainya aku adalah orang yang paling beruntung di dunia ini aku akan mengajak semua orang untuk berlari meraih masa depan yang cerah tanpa harus takut pada diri sendiri, tapi seiringnya waktu berjalan aku sadar bahwa aku tak harus menunggu keberuntungan itu karena aku yakin bahwa keberuntungan itu pasti akan datang,,,seoptimisnya aku tetap saja aku adalah orang yang takut akan sebuah kegagalan, kegagalan sebuah perjuangan yang membuat semangatku kabur berlari jauh meninggalkanku sendiri dengan keputusasaan,,,semua hal yang aku lakukan untuk menata hidup ini tetap akan aku cari walaupun harus ku mengorbankan sebuah cinta yang mungkin telah setia ada dan semua orang yang telah mencintaiku…keraguan itu tetap saja meracuni jiwa yang entah apa obat untuk mengusirnya. Harapn dan harapan aku hanyalah manusia yang hanya bisa mengharap kepada yang kuasa, beri aku sebuah keburuntungan dan anugerah untuk mengerti sebuah jati diri dan sebuah rasa percaya diri yang entah kemana meninggalkanku sendiri. Ku ingin menjadi seorang intelektual.. yang mengerti akan sebuah hati dan jiwa.
      Selamat untuk jiwa yang bahagia kini semua semangat hidup telah mendapatkan pasangannya kembali yaitu kafahaman terhadap sebuah jati diri…
Kata semangat itu terus menghantui dan terus menghantui jiwaku yang kini begitu lemah menerima kenyataan hidup yang mesti aku jalani. Tuhan kapan engkau mengirimkan aku sebuah kepercayaan diri aku begitu lemah akan hal ini, seandainya bila rasa percaya diri itu aku raih pasti aku akan mersakan kesungguhan jiwa yang begitu tenang, semua hal yang mungkin membuat aku takut akan jati diri akan hilang musnah pergi jauh… tapii kembali lagi pada awalnya aku begitu takut dan takut… takut sakit hati takut akan sebuah cinta dan takut akan akan terus takut.

Kau yang telah hilang dari peradaban

Kau pembunuh jiwaku…
Kau penjahat cintaku…
Kau pencuri jiwaku…
Kau bunuh aku dengan kesetiaanmu
Kau cekik aku dengan kelembutanmu
Kau kelabui aku dengan rayuan gombalmu
Kau penjarakan aku dengan kesetiaanmu
Kau buatku perih dengan taburan kasih sayangmu
Kau lenyapkan aku dengan busur panah cintamu
Kau hipnotis aku dengan senyum manismu
Kau jauhkan aku dengan dekapan hangatmu
Kau pukul aku dengan belaianmu
Kau bakar aku dengan kecemburuanmu

Rasa ini tak akan berubah
Sengsara dan derita kuterima dari hati kecilmu
Tapi kini baru kurasakan hilangnya dirimu
Lenyap dari kehidupanku
Kau jauh, hilang, pergi entah arah tujuanmu
Itulah yang kau mau, itulah yang kau inginkan
Kau sengsarakanku dalam kesendirianku
Duka nestapa telah menimpaku
Iringan tangis menderu
Tuk temani perjalananmu
Tak akan berhenti mereka tuk mengalir deras
Membahasi luasnya pipi indahku
Mereka akan selalu mengalir
Sampai kau datang membebaskanku
Dari kesengsaraan hidup tanpa dirimu…
Tapi buatapa lagi aku mengharapmu
Lebih baik aku menyendiri dalam semu
Dan menemukan lagi yang jauh lebih indah darimu

(found this in a little book under a pile of old books)